Erotic Asphyxiation, Perilaku Seks Berbahaya


Erotic asphyxiation merupakan tindakan memotong pasokan oksigen ke otak.



Kematian David Carradine, aktor yang sempat rajin muncul di televisi swasta Indonesia pada film Kung Fu dan Kung Fu: The Legend Continues disebut-sebut disebabkan oleh Erotic asphyxiation. Apa itu?

Erotic asphyxiation, atau autoerotic asphyxiation merupakan tindakan seseorang -atau bisa juga dilakukan oleh pasangan bercinta- yang memotong pasokan oksigen ke otak untuk meningkatkan gairah seks. Sering disebut juga asphyxiophilia, autoerotic asphyxia, scarfing, kotzwarraism, atau breath control play. Orang yang melakukan aktivitas ini kadang disebut gasper, adapun ketertarikan pada asphyxiation diklasifikasikan sebagai paraphilia.

Pada Diagnostic and Statistical Manual of the American Psychiatric Association, seperti VIVAnews kutip dari Wikipedia, 6 Juni 2009, Joseph Merlino, seorang psikiater menyebutkan bahwa erotic asphyxiation memiliki kriteria yang cukup untuk disebut sebagai penyimpangan atau penyakit karena memiliki potensi untuk mematikan atau menimbulkan cidera serius pada pelakunya.

Praktek autoerotic asphyxiation sendiri tercatat telah muncul sejak tahun 1600-an. Awalnya, tindakan tersebut digunakan sebagai penanganan untuk mengatasi disfungsi ereksi dan impotensi. Ide metode perawatan ini kemungkinan muncul dari hukum gantung yang umum berlaku saat itu.

Beberapa pengamat yang menyaksikan hukuman gantung menemukan bahwa alat kelamin pria yang dihukum gantung menjadi ereksi. Ereksi kadang terus terjadi setelah terpidana meninggal. Bahkan beberapa kasus, saat digantung, terpidana mengalami ejakulasi. Meski begitu, ejakulasi terjadi setelah kematian akibat relaksasi otot.

Berbagai metode digunakan untuk mencapai level pengosongan oksigen di otak seperti digantung, membungkus kepala dengan kantung plastik, pencekikan diri sendiri baik dengan tangan atau alat, menekan dada, atau kombinasi dari tindakan di atas.

Meski dilakukan dengan hati-hati, tindakan tersebut bisa berbahaya dan terbukti telah mengakibatkan jumlah kematian yang cukup signifikan. Diperkirakan, tingkat kematian akibat autoerotic asphyxia mencapai 250 sampai 1000 kematian per tahun di Amerika Serikat. Sejumlah kasus juga muncul dari kawasan Skandinavia dan Jerman.

Kematian terjadi ketika pelaku kehilangan kesadaran akibat asphyxia parsial yang menjurus ke kehilangan kontrol akibat berbagai tindakan pencekikan dan yang akhirnya mengakibatkan kematian. Meski asphyxiophilia umumnya dilakukan sambil bercinta dengan pasangan, kadang kala pelaku dapat menikmati dengan melakukaannya sendiri. Ini membuat kematian makin sulit dihindari karena tidak ada orang lain ketika kondisi berbahaya terjadi. Beberapa korban didapati memiliki “mekanisme penyelamatan” yang gagal untuk mengantisipasi mereka dari kehilangan kesadaran.

Dalam kasus-kasus kematian, tubuh dari pelaku asphyxiophilic ditemukan tanpa busana atau sedang memegang organ genitalnya, dengan majalah pornografi, dildo dan alat bantu seks lainnya, atau dengan bukti-bukti orgasme sebelum kematian.

sumber : http://life.viva.co.id/

KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

Comments
0 Comments

0 comments: