Muka Muka Menyeramkan







KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

Rahasia Dibalik Bungkus Rokok Gudang Garam Filter




Yang perokok pasti tau tapi blom ada yg tau kan ada apa dibalik bungkusnya?





Kalo kita merobek bagian bawah bungkus gudang garam filter ada kotak yg dibagi menjadi 4 warna, MERAH, HITAM, BIRU, EMAS


Buat apa warna2 tersebut?



Ternyata gan dengan kita mengosokkan ujung filter kita pada salah 1 warna pada kotak2 tersebut maka kita bakal ngerasain rasa tembakau yg beda2, tergantung diwarna apa kita menggosoknya


Beda warna beda rasa gan


MERAH Rasa tembakaunya lebih tajam dan lebih keras dari biasanya


HITAM Medium rasa tembakaunya pas dilidah (favorite ane gan)


BIRU Bau tembakaunya khas bgt gan, agak2 kya benthoel biru gitu


EMAS Yang ini soft bgt gan, lebih soft dari rokok filter yg biasa kita hisap


Penilaian rasa tiap orang beda2 gan, tergantung lidah masing2 tp yg jelas rasa dan bau tembakau nya bener2 berubah stelah digosok.


Cukup dirobek bagian bawah bungkus gudang garam filternya dan selamat menggosok dan mencoba...


sumber:wowunic.com


KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

Binaragawati SPECIAL edition



















KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

Bayi TERKECIL di dunia






KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

ASLI SADIS BANGET



http://ceritaindonesia.files.wordpress.com/2008/01/dayak-vs-madura1.jpg




KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

Jam Tengah Malam di Warnet dan SEXCAM



Tahu yang sering terjadi di boks-boks warnet di Surabaya di atas pukul 23.00 malam? Bulu kuduk bisa merinding. Pada jam-jam itu, warnet mulai jadi ajang cybersex sampai taraf vulgar.

Oleh: Ni Nyoman Yuliana Puspasari

HARI masih sore, sekitar pukul 16.00. Tapi Fitri Purnawati sudah menjadi korban praktik seks dunia maya (cybersex) di sebuah warnet di sekitar Kampus Unair. Dengan menggunakan nickname (nama panggilan) Siska_sexi22, Fitri disamperin seseorang dengan nickname Ganteng_euy yang mengaku karyawan di Jakarta.

Dengan fasilitas Yahoo Messenger itulah cybersex terjadi. Ganteng_euy menggiring Fitri ngobrol tentang seks. Tanpa banyak basa-basi, melalui koneksi webcam Ganteng_euy mempertontonkan bagian pusar ke bawahnya.

Awalnya terlihat tangannya meraba-raba bagian –maaf— alat vitalnya yang berlanjut pada pembukaan resleting dan celana dalam. Tanpa malu-malu, Ganteng_euy mempertontonkan adegan –maaf—masturbasi kepada Fitri lewatchatting room itu.

Sepanjang adegan jorok itu, terjadi percakapan dengan Fitri.
Siska_sexi22: koq diem??
Ganteng_euy: lagi ****** nih??
Sika_sexi22: 0000000000000000
Ganteng_euy: gi tegang mo keluar. Nih dah mo ******, kamu liat kan say.........
Siska_sexi22: apanya?
Ganteng_euy: ******nya”
Ganteng_euy: bentar ya say aq simpan dulu
Siska_sexi22: napa???
Ganteng_euy: ada orang
Siska_sexi22: malu???????? cuekin aja lagi
Ganteng_euy: ga lah, takut dia mau
Siska_sexi22: mau ma kamu??
Ganteng_euy: mau ma ******ku
Ganteng_euy: soalnya aku liat dia lagi buka situs porno
Siska_sexi22: cew??????
Ganteng_euy: ibu ibu
Siska_sexi22: oooooooooo

Percakapan itu menunjukkan bahwa semua adegan Ganteng_euy itu terjadi di warnet umum yang tidak terlalu tertutup. “Buktinya dia bisa melihat ibu-ibu yang melihat situs bokep di sampingnya,” kata Fitri.

Kejadian ini dituangkan Fitri Purnawati dalam skripsinya yang berjudul “Studi tentang Pergeseran Media Penyaluran Sexual Drive pada Mahasiswa PelakuCybersex di Warnet X3Net, Surabaya.” Skripsi ini mendapat nilai A di Prodi Sosiologi FISIP Unair.


Dalam observasinya, Fitri tak hanya menemukan kejadian seperti itu sekali. Saat observasi dengan berpura-pura menjadi pelaku cybersex melalui fasilitas Yahoo Mesenger, dia lima kali berjumpa pelaku cybersex yang membuka celana dan melakukan –maaf— masturbasi sembari mengajak ngobrol jorok.

Penelitian Fitri memang menemukan kian maraknya praktik cybersex di warnet-warnet. Para pelakunya tak hanya surfing di situs-situs porno, mengunduh gambar, film, atau cerita porno, tetapi sampai melakukan aktivitas seksual seperti –maaf— masturbasi sembari sex chat di depan komputer.

Semua dilakukan serba bebas, karena kondisi memang memungkinkan. Pasalnya, kebanyakan warnet membuat boks-boks penyekat yang relatif tertutup, menyediakan alamat situs porno, dan beroperasi 24 jam.

Itu sebabnya, Fitri menyarankan perlunya aturan penertiban warnet, seperti pelarangan pemakaian bok penyekat yang tinggi dan tertutup. Komputer musti diletakan di ruang terbuka. “Kalau begitu pengunjung kan malu kalau mau membuka situs porno, dan melakukan sex chat, atau –maaf— masturbasi,” kata Fitri.

Dia juga merekomendasi pelarangan warnet buka 24 jam. “Bisa dipanstikan pada jam 23.00 ke atas internet lebih banyak digunakan melihat situs bokep dan kencan cabul daripada browsingdata,” ujarnya lagi.

Peraturan ini, menurut Fitri, lebih efektif mencegah cybersex ketimbang Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang malah berimbas pada situs yang tak berhubungan dengan tindak asusila yang dapat diakses dengan keyword“sex” dan lain-lain. “Buktinya, sejak disahkan UU itu belum mampu memblokir situs-situs porno,” katanya seraya menunjuk sejumlah situs porno berbahasa Indonesia yang masih bisa diakses sampai sekarang.

Data yang dikail Fitri melalui sejumlah informan penelitiannya memang menunjukkan fenomena itu. Ipam, salah satu informan yang bekerja sebagai operator warnet, mengaku saat jaga malam sering mendapati pelanggan membuka situs porno atau melakukan –maaf— seks swalayan di warnetnya. Ipam bahkan sampai hapal siapa saja yang suka melakukan hal itu di warnetnya.

Pernah suatu pagi sekitar pukul 05.30, Ipam mendapat pengaduan pelanggan perempuan nglembur mengerjakan tugas kuliah. Dia mengaku melihat netterlaki-laki di sebelahnya membuka situs porno. Tak cuma itu, dengan mata terpaku ke layar komputer, tangan si laki-laki meraba-raba bagian depan celananya sendiri. “Laki-laki lagi ‘swalayan’,” kata Ipam.

Fasilitas webcam yang disediakan warnet membuat sex chat berkembang sampai pada taraf memperlihatkan –maaf-- alat vital masing-masing. “Saya dan teman-teman saya juga pernah melakukan,” begitu aku Ipam



KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

Makan Sepuasnya, Bayar Seikhlasnya




http://www.searchindia.com/search/images/restaurant-reviews/diwan.jpg



Konsep restoran 'all you can eat' atau buffet dengan hanya membayar
harga tertentu, mungkin sudah biasa dimana mana. Tapi resto yang satu ini
unik, karena berani mengambil resiko merugi.


Deewan Resturant, sebuah resto masakan Pakistan di Wina menawarkan konsep
'makan sepuas Anda, bayar semau Anda'. Bayangkan, Anda makan banyak, tapi
hanya bayar sedikit. Wah, apa jadinya restoran seperti itu?


Namun ternyata nasib Deewan tak sejalan dengan logika prinsip ekonomi untuk
memaksimalkan keuntungan. Buktinya, dari tahun ke tahun, Deewan terus
beroperasi. Para pelanggannya pun datang, makan, dan membayar dengan harga
lebih dari yang diharapkan.


Berlokasi di Schottentor, resto ini pun menjadi favorit para mahasiswa yang
berkuliah di daerah tersebut. Tentu saja, untuk ukuran mahasiswa yang tak
mempunyai banyak bujet jajan diluar, resto ini memang menjadi pilihan utama.
Tapi diluar mahasiswa, resto ini bahkan menjadi tempat kuliner favorit turis
dan *backpacker* .


Didirikan oleh seorang lulusan filsafat, Natalie Deewan, konsep resto ini
terinspirasi akan nilai nilai kedermawanan manusia baik dari sisi pemberi
maupun penerima.


"Pada minggu-minggu awal kami tak yakin, tapi ternyata pelanggan makin
antusias, dan membayar banyak", ujar Natalie.


Lalu berapakah 'fair fare' yang masuk akal jika makan di sini? Jika melihat
menunya, memang Deewan tak terlalu banyak menyediakan macam-macam masakan.
Di meja buffenya, hanya ada 2 pilihan makanan utama.


Pertama, kelompok makanan kari dari bahan ayam, kambing hingga lembu dan
kedua, makanan vegetarian saja serupa kebab sandwich. Diluar buffet utama,
disediakan makanan pencuci mulut bernama Halla, yaitu sejenis nasi manis
yang diolah menggunakan susu dan minyak.


Selain itu, Deewan juga menyuguhkan nasi dan juga kentang. Sementara, untuk
minum, Deewan telah mematok harga tersendiri.


"Saya membayar 5 Euro untuk ini semua", ujar Khan, salah satu pelanggan
keturunan Pakistan yang telah beberapa kali datang di Deewan.


Tak hanya warga keturunan Pakistan yang menjadi pelanggan di Deewan, tampak
para bule dan orang Asia juga duduk ikut menikmati kuliner Pakistan.
Bagaimana dengan rasa dan kualitas?


"Untuk konsep seperti ini (pay as you wish), rasa menjadi nomer dua, yang
penting rasa lapar teratasi", kelakar Lena Weiss salah satu warga Austria
yang datang ke Deewan jika tak memasak.


Pernahkan Deewan pernah mengalami krisis keuangan selama menjalankan usaha
semacam ini?


"Belum, terus terang selama ini para pelanggan cukup tahu diri dengan
banyaknya yang mereka makan," sindir salah satu staff Deewan yang tak mau
disebut namanya.


Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta?* (sal/mad)*
READ MORE »»  

Foto Keluarga 6 KEMBARAN Sekaligus






















KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

Pesona Cheongsam Buat Wanita Semakin Cantik

http://anehdidunia.com

Cheongsam adalah pakaian wanita dengan corak bangsa Tionghoa dan menikmati kesuksesan dalam dunia busana internasional. Nama “Cheongsam” berarti “pakaian panjang”, diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dari dialek Propinsi Guangdong (Canton) di Tiongkok. Pada daerah lain, termasuk Beijing, dikenal dengan nama “Qipao”, yang terdapat asal usul dibelakangnya.

Pada awal bangsa Manchu (Dinasti Qing) menguasai Tiongkok, mereka mengorganisasi rakyat, terutama bangsa Manchu, ke dalam “panji” (qi) dan disebut “rakyat panji” (qiren), yang lalu menjadi sebutan bagi seluruh bangsa Manchu. Wanita bangsa Manchu mengenakan pakaian yang lalu dinamakan “qipao” atau “pakaian panji”.

Revolusi tahun A.D. 1911 menggulingkan kekuasaan bangsa Manchu, namun kebiasaan pakaian wanita bangsa Manchu tetap bertahan, kemudian dikembangkan dan menjadi pakaian tradisional wanita bangsa Cina. Mudah dikenakan dan nyaman, bentuk pakaian Cheongsam cocok dengan bentuk tubuh wanita bangsa Tionghoa. Leher tinggi, lengkung leher baju tertutup, dan lengan baju bisa pendek, sedang atau panjang, tergantung musim dan selera.

http://anehdidunia.com

Memiliki kancing di sisi kanan, bagian dada longgar, selayak di pinggang, dan dibelah dari sisi, yang kesemuanya semakin menonjolkan kecantikan dari wanita yang mengenakannya. Cheongsam tidak terlalu susah dibuat. Tidak pula memiliki banyak perlengkapan, seperti sabuk, atau selendang.

Kecantikan lain dari Cheongsam adalah dapat dibuat dari berbagai macam bahan dan memiliki keragaman panjang, dapat digunakan secara santai atau resmi. Juga menampilkan kesederhanaan dan keanggunan, kemewahan dan kerapian. Tidak mengherankan banyak disukai oleh wanita, tidak hanya di Tiongkok namun juga di negara-negara lain di dunia.

http://anehdidunia.com

Jangan ragu-ragu mencoba gaun yang desainnya kini semakin bervariasi. Beberapa ciri khas utama cheongsam adalah potongan leher yang tinggi dan tertutup, bentuk pinggang yang pas badan, belahan rok dan bentuk kancing yang unik. Ketahui beberapa hal ini sebelum memutuskan untuk membeli cheongsam.

Bentuk Tubuh 

Sangat penting untuk mengetahui bentuk tubuh Anda dengan benar sebelum memilih cheongsam. Umumnya desain cheongsam selalu berusaha menonjolkan kelebihan tubuh Anda. Untuk yang bertubuh cukup tinggi, cheongsam panjang semata kaki bisa jadi pilihan. Sedangkan untuk yang bertubuh mungil, cheongsam selutut merupakan pilihan tepat. Cheongsam selalu dilengkapi dengan belahan rok untuk memudahkan gerak si pengguna. Belahan depan atau belakang bisa digunakan untuk di pemilik kaki ramping.

Untuk yang memiliki kaki lebih berisi, pilihlah belahan kecil di samping pada dua sisi. Kerah merupakan elemen penting. Desain tradisional Cheongsam memiliki kerah yang tinggi dan terutup. Garis kerah pada Cheongsam biasanya memanjang terus sampai ke dada untuk membuat leher terkesan lebih menawan. Bentuk kerah seperti ini cocok untuk si leher jenjang. Untuk yang memiliki leher lebih pendek sebaiknya pilih cheongsam dengan kerah rendah atau tanpa kerah dengan model kerah V pada bagian depan leher.

Umumnya Anda bisa memilih Cheongsam tanpa lengan, lengan pendek atau lengan 3/4. Untuk yang memiliki lengan ramping jangan ragu-ragu memilih desain cheongsam tanpa lengan. Untuk yang memiliki lengan berisi, pilihlah Cheongsam dengan tangan pendek atau 3/4. Terkadang cheongsam juga dilengkapi dengan bantalan bahu. Jika bahu Anda tergolong bidang, hindari bantalan baju dan pilih cheongsam dengan lengan pendek untuk menghindari kesan berat di bagian atas.

http://anehdidunia.com
Warna 
Umumnya cheongsam yang sering kita lihat berwarna merah. Hal tersebut karena menurut kepercayaan Cina, warna merah merupakan simbol keberuntungan dan kesejahteraan. Cheongsam warna merah sering digunakan oleh pengantin atau oleh pelayan restoran. Warna cerah biasanya digunakan oleh wanita muda sedangkan warna-warna gelap umumnya digunakan oleh wanita yang lebih tua.

Konon warna ini juga menggambarkan kepribadian si pemilik. Hindari warna-warna terang untuk Anda yang memiliki tubuh berisi. Warna-warna gelap seperti abu-abu, hitam, atau merah marun bisa jadi pilihan yang tepat si tubuh berisi.

http://anehdidunia.com

Motif 
Berbagai motif cantik sering menghiasi bahan cheongsam. Masing-masing motif ini ternyata memiliki arti tersendiri. Bunga peony sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran kerap menjadi hiasan motif cheongsam. Selain itu, ada juga motif bunga lotus (kecantikan), naga (kekuatan), dan ikan (keberuntungan). Rumus umum tentang motif pada pakaian juga berlaku pada cheongsam.

Mereka yang bertubuh besar sebaiknya memilih motif manis yang kecil. Memilih cheongsam dengan motif yang besar hanya akan membuat tubuh Anda terlihat lebih berat. Cheongsam polos tanpa motif dengan aplikasi garis pinggiran berwarna juga bisa menjadi variasi untuk yang ingin tampil anggun dan simpel.

http://anehdidunia.com

Bahan 
Cheongsam biasanya menggunakan bahan sutra, satin, brokat, atau katun. Pemilihan bahan selain dipengaruhi oleh bentuk tubuh juga sangat dipengaruhi pada jenis acara. Untuk acara resmi, bahan yang digunakan umumnya sutra, satin, atau brokat. Bahan-bahan tersebut membuat penampilan cheongsam terlihat lebih mewah dan menawan. Untuk kesempatan yang lebih santai, bahan katun dan satin sering menjadi pilihan.

Bahan sutra 
cocok digunakan untuk yang bertubuh ramping karena teksturnya yang lembut dan jatuh mengikuti bentuk tubuh. Selain sutra, bahan brokat juga tepat digunakan si tubuh ramping untuk menambah volume pada tubuh. Hal ini karena umumnya penggunaan brokat akan dilapisi oleh bahan lainnya.

Satin dan katun 
aman untuk digunakan semua bentuk tubuh sebab mudah dibentuk untuk mengikuti bentuk tubuh atau membentuk siluet baru yang menyamarkan kekurangan tubuh. Untuk bahan katun tentu perawatannya juga lebih mudah ketimbang sutra atau brokat. Satin dan katun lebih tepat digunakan pada acara yang santai.


Sumber: http://www.anehdidunia.com


KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

Sudah salah malah marah, tabiat pejabat Indonesia


Kasus pemukulan yang dialami oleh Febriyani tengah menjadi perhatian. Pramugari Sriwijaya Air itu menjadi korban tindak kekerasan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Daerah Provinsi Bangka-Belitung, Zakaria Umarhadi.

Febri dipukul menggunakan koran oleh Zakaria saat diminta untuk mematikan telepon selulernya di dalam pesawat. Bukan malah mematikan, Zakaria malah tersulut emosianya.

Padahal, dalam aturan penerbangan, alat komunikasi harus dimatikan termasuk HP. Sebab, sinyal HP bisa mengganggu jalannya penerbangan.

Setelah kejadian pemukulan, pihak keamanan bandara langsung mengamankan Zakaria. Tidak terima dengan perlakuan Zakaria, Febri lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pangkalanbaru, Bangka.

Peristiwa pemukulan itu terjadi pada Rabu (5/6) malam setelah pesawat dengan nomor penerbangan SJ 087 mendarat di Bandara Depati Amir, Bangka.

Tidak hanya Zakaria. Pada 2011 lalu, Roy Suryo juga pernah membuat kehebohan di Pesawat Lion Air. Roy yang kala itu menjadi anggota DPR dikabarkan terlibat adu mulut dengan seorang penumpang di dalam pesawat gara-gara rebutan tempat duduk karena nomor seat sama.

Peristiwa itu diceritakan oleh pemilik akun @ernestprakasa. "Pas di cek, trnyata, *jreng2* tiket Roy Suryo a/ u/ flight jam 7.45, bukan 6.15. Tapi dia kekeuh ga mo turun, pk bw2 nama dir.Lion Air," demikian tweet dalam akun @ernestprakasa.

Soal kejadian ini, Roy juga sudah mengklarifikasi. Ia menegaskan dalam kasus ini hanya terjadi kesalahpahaman.
[did]merdeka.com


KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

Make up ANEH UNIK dan Teranyar di Jepang










KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»