Showing posts with label Kabar Luar angkasa. Show all posts
Showing posts with label Kabar Luar angkasa. Show all posts

Sumber Minyak Melimpah di Luar Angkasa




NASA - Perbandingan Bumi dengan Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus

Di tengah cadangan minyak semakin menipis dan harga yang bergejolak, siapa menyangka kalau nun jauh di luar angkasa terdapat sumber minyak yang sangat melimpah dan lebih besar dari seluruh cadangan minyak di Bumi.

Baru-baru ini para peneliti menyiarkan bahwa Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus yang beratmosfer tebal, menyimpan kandungan gas alam dan cairan hidrokarbon lain ratusan kali lipat lebih banyak dari yang terkandung di Bumi.

Sejauh ini telah ditemukan beberapa ratus danau dan laut di daerah kutub utara Titan. Untuk mendapatkan gambaran potensisumber daya alam disana, ilmuwan mengukur kedalaman perairan disana dengan menggunakan pembanding danau-danau di Bumi, dimana kedalaman danau seringkali kurang dari 10 meter.

“Dengan demikian kita tahu kedalaman beberapa danau lebih dari 10 meter, karena mereka tampak sangat gelap di radar. Kalau dangkal, kita akan dapat melihat dasarnya,” kata Ralph Lorenz dari laboratorium fisika terapan di John Hopkins University.

Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan pemantauan melalui wahana Cassini milik NASA, yang telah menuntaskan survei terhadap 20 persen permukaan Titan. Hasil pantauan tersebut juga memperlihatkan bahwa kandungan sumber daya alam di beberapa wilayah di bulan itu saja sudah lebih banyak dari semua kandungansumber daya alam di bumi (minyak bumi, gas alam dan batu bara).

Meskipun demikian, para peneliti juga mengatakan bahwa Titan tidak dapat ditinggali manusia. Menurut mereka, permukaanya tidak mengandung air, melainkan hidrokarbon cair dalam bentuk methane dan ethane, sementara daratannya terbentuk dari tholins. Kondisi ini diduga serupa dengan Bumi pada waktu sebelum ada kehidupan.

“Kami memperkirakan kodisi serupa juga terdapat di daerah kutub selatan, namun kami belum tahu berapa jumlah kandungan cairan disana,” kata Ralph. Menurut dia, data ini penting karena umur hidup Titan tergantung dari berapa banyak jumlah methane yang terkandung dalam zat cair disana.

Lanjutnya, jika kandungan methane habis, maka suhu disana akan semakin dingin, yang saat ini diketahui minus 179 derajat Celcius. Asumsi sementara, kandungan methane tersebut semakin berkurang melalui letusan gunung api, yang diperkirakan telah menyebabkan fluktuasi suhu yang dramatis di masa lalu.

“Memahami kompleksitas yang terjadi di Titan dapat membantu kita memahami asal-usul kehidupan di alam semesta,” kata Ralph.(SPACE.COM/C3-08)

KliK DI BAWAH INI:



Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

Lubang Hitam : Black Hole



http://www.ifa.hawaii.edu/~barnes/ast110_06/bhaq/Black_Hole_Milkyway.jpg


Dengan gaya gravitasinya yang sangat spektakuler lubang hitam adalah monster kosmis tersendiri. Jurang ketiadaan ini bahkan melenyapkan cahaya.


Lubang hitam (black hole) sering dihubungkan dengan hilangnya benda-benda kosmis bahkan wahana udara sekalipun, seperti pernah disinggung dalam rubrik ini berkaitan dengan hilangnya banyak pesawat di Segitiga Bermuda dan Samudera Atlantik Utara. Pro dan kontra pendapat mengenai hal ini memang tak pernah surut. Cerita seputar Segitiga Bermuda pun sepertinya tetap misterius, dan menjadi bahan tulisan yang tidak ada habis-habisnya.


Dalam bahasan fenomena kali ini, baiklah kita tinjau sedikit apa sebenarnya lubang hitam atau yang disebut para ilmuwan sebagai singularitas dari bintang redup yang mengalami keruntuhan gravitasi (gravitational collapse) sempurna ini.


Bila ditelusuri istilah lubang hitam, sebenarnya belum lah lama populer. Dua kata ini pertama kali diangkat oleh fisikawan AS bernama John Archibald Wheeler pada tahun 1968. Wheeler memberi nama demikian karena singularitas ini tak bisa dilihat. Mengapa demikian? Penyebabnya tidak lain karena cahaya tak bisa lepas dari kungkungan gravitasi singularitas yang maha dahsyat ini. Daerah di sekitar singularitas atau lazimnya disebut sebagai Horizon Peristiwa (radiusnya dihitung dengan rumus jari-jari Schwarzschild R = 2GM/C2 dimana G = 6,67 x 10-11 Nm2kg-2, M = kg massa lubang hitam, C = cepat rambat cahaya) menjadi gelap. Itulah sebabnya, wilayah ini disebut sebagai lubang hitam.


Dengan tidak bisa lepasnya cahaya, serta merta sekilas kita bisa membayangkan sendiri kira-kira seberapa besar gaya gravitasi dari lubang hitam. Untuk mulai menghitungnya, ingatlah bahwa cepat rambat cahaya di alam mencapai 300 juta meter per detik. Masya Allah. Lalu, apalah jadinya bila benar sebuah wahana buatan manusia tersedot ke dalam lubang hitam? Dalam hitungan sepersejuta detik saja, tentunya dapat dipastikan wahana tersebut sudah remuk menjadi bubur.


Lebih dua ratus tahun silam, atau tepatnya pada tahun 1783. pemikiran akan adanya monster kosmis bersifat melenyapkan benda lainnya ini sebenarnya pernah dilontarkan oleh seorang pendeta bernama John Mitchell. Mitchell yang kala itu mencermati teori gravitasi Isaac Newton (1643-1727) berpendapat, bila bumi punya suatu kecepatan lepas dari Bumi 11 km per detik (sebuah benda yang dilemparkan tegak lurus ke atas baru akan terlepas dari pengaruh gravitasi bumi setelah melewati kecepatan ini), tentu ada planet atau bintang lain yang punya gravitasi lebih besar. Mitchell malah memperkirakan di kosmis terdapat suatu bintang dengan massa 500 kali matahari yang mampu mencegah lepasnya cahaya dari permukaannya sendiri.


http://www.dailygalaxy.com/photos/uncategorized/2008/03/17/black_hole_big_2_3.jpg


Lalu, bagaimana sebenarnya lubang hitam tercipta? Menurut teori evolusi bintang (lahir, berkembang, dan matinya bintang), buyut dari lubang hitam adalah sebuah bintang biru. Bintang biru merupakan julukan bagi deret kelompok bintang yang massanya lebih besar dari 1,4 kali massa matahari. Disebutkan para ahli fisika kosmis, ketika pembakaran hidrogen di bintang biru mulai usai (kira-kira memakan waktu 10 juta tahun), ia akan berkontraksi dan memuai menjadi bintang maha raksasa biru. Selanjutnya, ia akan mendingin menjadi bintang maha raksasa merah. Dalam fase inilah, akibat tarikan gravitasinya sendiri, bintang maha raksasa merah mengalami keruntuhan gravitasi menghasilkan ledakan dahsyat atau biasa disebut sebagai Supernova.


Supernova ditandai dengan peningkatan kecerahan cahaya hingga miliaran kali cahaya bintang biasa kemudian melahirkan dua kelas bintang, yakni bintang netron dan lubang hitam. Bintang netron (disebut juga Pulsar atau bintang denyut) terjadi bila massa bintang runtuh lebih besar dari 1,4 kali, tapi lebih kecil dari tiga kali massa matahari. Sementara lubang hitam mempunyai massa bintang runtuh lebih dari tiga kali massa matahari. Materi pembentuk lubang hitam kemudian mengalami pengerutan yang tidak dapat mencegah apapun darinya. Bintang menjadi sangat mampat sampai menjadi suatu titik massa yang kerapatannya tidak terhingga, yang disebut singularitas tadi.


Di dalam kaidah fisika, besaran gaya gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak atau dirumuskan F ยต 1/r2. Dari formula inilah kita bisa memahami mengapa lubang hitam mempunyai gaya gravitasi yang maha dahsyat. Dengan nilai r yang makin kecil atau mendekati nol, gaya gravitasi akan menjadi tak hingga besarnya.


Para ilmuwan menghitung, seandainya benda bermassa seperti bumi kita ini akan menjadi lubang hitam, agar gravitasinya mampu mencegah cahaya keluar, maka benda itu harus dimampatkan menjadi bola berjari-jari 1 cm! (Allahu Akbar, hanya Tuhan lah yang bisa melakukannya).


Cakram gas


Dengan sifatnya yang tidak bisa dilihat, pertanyaan kemudian adalah bagaimana mendeteksi adanya suatu lubang hitam? Kesempatan yang paling baik untuk mendeteksinya, diakui para ahli, adalah bila ia merupakan bintang ganda (dua bintang yang berevolusi dan saling mengelilingi). Lubang hitam akan menyedot semua materi dan gas-gas hasil ledakan termonuklir bintang di sekitarnya. Dari gesekan internal, gas-gas yang tersedot itu akan menjadi sangat panas (hingga 2 juta derajat!) dan memancarkan sinar-X. Dari sinar-X inilah para ahli memulai langkah untuk menjejak lubang hitam.


Pada 12 Desember 1970, AS meluncurkan satelit astronomi kecil (Small Astronomical Satellite *SAS) pendeteksi sinar-X di kosmis bernama Uhuru dari lepas pantai Kenya. Dari hasil pengamatannya didapatkan bahwa sebuah bintang maha raksasa biru, yakni HDE226868 yang terletak dalam konstelasi Cygnus (8.000 tahun cahaya dari bumi) mempunyai pasangan bintang Cygnus X-1, yang tidak dapat dideteksi secara langsung.


Cygnus X-1 menampakkan orbitnya berupa gas-gas hasil ledakan termonuklir HDE226868 yang bergerak membentuk sebuah cakram. Cygnus X-1 diperhitungkan berukuran lebih kecil dari Bumi, tapi memiliki massa enam kali lebih besar dari massa matahari. Bintang redup ini telah diyakini para ilmuwan sebagai lubang hitam. Selain Cygnus X-1, Uhuru juga mendapatkan sumbersinar-X kosmis, yakni Cygnus X-3 dalam konstelasi Centaurus dan Lupus X-1 dalam konstelasi bintang Lupus. Dua yang disebut terakhir belum dipastikan sebagai lubang hitam, termasuk 339 sumber sinar-X lainnya yang dideteksi selama 2,5 tahun masa operasi Uhuru.


Eksplorasi sumber sinar-X di kosmis masih dilanjutkan oleh satelit HEAO (High Energy Astronomical Observatory) atau Einstein Observatory tahun 1978. Satelit ini menemukan bintang ganda yang lain dalam konstelasi Circinus, yakni Circinus X-1 serta V861 Scorpii dan GX339-4 dalam konstelasi bintang Scorpius.


Tahun 1999, dengan biaya 2,8 milyar dollar, AS masih meluncurkan teleskop Chandra, guna menyingkap misteri lubang hitam. The Chandra X-ray Observatory sepanjang 45 kaki milik NASA ini telah berhasil membuat ratusan gambar resolusi tinggi dan menangkap adanya lompatan-lompatan sinar-X dari pusat galaksi Bima Sakti berjarak 24.000 tahun cahaya dari Bumi. Mencengangkan, karena bila memang benar demikian (lompatan sinar-X itu) menunjukkan adanya sebuah lubang hitam di jantung Bima Sakti, maka teori Albert Einstein kembali benar. Ia menyatakan, bahwa di jantung setiap galaksi terdapat lubang hitam!


"Dugaan semacam itu sungguh sangat dekat dengan kenyataan," kata Frederick Baganoff yang memimpin penelitian, September 2001, kepada Reuters di Washington. Para ilmuwan pun mulai melebarkan pencarian terhadap putaran gas di sekitar tepi-tepi jurang ketiadaan ini, layaknya mencari pusaran air.


Pencarian lubang hitam dan kebenaran teori-teori yang mendukungnya memang masih terus dilakukan para ahli, seiring makin majunya teknologi dan ilmu pengetahuan. Pertanyaan kemudian, bila lubang hitam bertebaran di kosmis, apakah nanti pada saat kiamat, monster ini pula yang akan melenyapkan benda-benda jagat raya?




Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

Rahasia Penampakan UFO Zaman Uni Soviet


Misteri - Obyek terbang tak dikenal (UFO) tidak pernah ada dalam catatan resmi pemerintah Uni Soviet meski ada banyak cerita dari perorangan tapi, kini seorang bekas kosmonot (sebutan astronot Rusia) mengaku pernah melihat penampakan yang ganjil dan bersifat anomali di angkasa.

Kantor berita Ria Novosti melaporkan bahwa Vladimir Kovalenok dalam suatu jumpa pers mengaku pernah melihat sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Ketika itu dia berada di stasiun orbital Salyut.

http://pronlo.net/uploads/posts/2008-04/1207572691_29250_kovalenok_vladimir_vasilevich.jpeg

Kovalenok mengatakan ada obyek aneh di orbit Bumi. Dia minta rekannya Viktor Savinykh untuk mengambil kamera. Saat Savinykh mengambil kamera, benda itu meledak di depan mata Kovalenok.

Benda itu membelah jadi dua bagian dan keduanya disambungkan oleh sesuatu yang mirip jembatan. Benda yang bentuknya mirip barbel itu menghilang sebelum sempat dipotret.

Pancaran radioaktif yang kuat segera terdeteksi di Bumi menyusul ledakan benda misterius itu.

Kovalenok mengatakan banyak koleganya yang telah menyaksikan sesuatu yang ganjil dalam berbagai kesempatan. Para kosmonot itu bungkam karena tidak mau hal itu menjadi perhatian publik.

Saksi lain adalah seorang pilot bernama Pavel Popovich. Saat itu, tahun 1978, dia dalam penerbangan dari Washington menuju Moskow. Ketika pesawat berada di ketinggian 10 ribu meter, dia melihat benda bersinar dengan bentuk segitiga yang terbang sejajar dengannya.

http://www.translunarinjection.com/tlipopovich.jpg


Benda itu kemungkinan terbang dengan kecepatan 1.700 kilometer/jam sedangkan pesawat itu sedang dalam kecepatan 1.200 kilometer/jam.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f5/Gennady_Strekalov.jpg/200px-Gennady_Strekalov.jpg

Gennady Manakov

http://www.peoples.ru/military/cosmos/gennady_manakov/manakov_7_s.gif

Gennady Strekalov 


Kosmonot Gennady Strekalov dan Gennady Manakov melihat benda bulat di langit biru di Newfoundland tahun 1990. Sepuluh detik kemudian, benda itu lenyap tak berbekas.


Pada tahun 1991, Musa Manarov memvideokan modul di sekitar tempatnya di Stasiun Antariksa Mir.

http://www.hightechscience.org/Musa%20Manarov.jpg

Tiba-tiba dia melihat benda seperti antena keluar dari modul itu. Monarov segera memberitahu rekannya yang berada di dalam modul. Hingga kini belum jelas benda apa yang keluar dari modul itu, meski kejadiannya terekam di kamera.

"Para kosmonot kemungkinan banyak yang melihat peristiwa tak terjelaskan saat di antarikas," kata Kovalenok. Pernah, katanya, "tape recorder" menyala sendiri dan memutar film favorit para awak.

Para psikolog sering memperingatkan para calon kosmonot tentang kemungkinan mereka akan mengalami perubahan kesadaran.

Seorang kosmonot Rusia ada tahun 1994 mengatakan bahwa dia dan rekannya mengalami berbagai hal aneh saat berada di stasiun Mir selama enam bulan.

http://www-personal.ksu.edu/~urban/mir.jpg

Mereka menganggap dirinya berubah menjadi mahluk aneh, berbagai binatang, bahkan menjadi mahluk luar angkasa mirip manusia.






Jangan lupa Comment N Di share yah :)

READ MORE »»  

TOUR LUAR ANGKASA ! TIKET CUMA 2 MILIAR/org




http://elbauldejosete.files.wordpress.com/2008/08/whiteknighttwo-spaceshiptwo.jpg




LOS ANGELES, KAMIS - Kalau terbang perdana pesawat WhiteKnightTwo pada tahun 2009 mencatat sukses, mereka yang ingin tur ke luar angkasa agar bersiap dengan 200.000 dollar AS (sekitar Rp 2 miliar) untuk tiket per orang. Virgin Galactic bersiap mengirim 200 orang ke luar angkasa.



Rencana tur ke ruang angkasa bagi khalayak banyak ini diungkapkan di Gurun Mojave, utara Los Angeles. Jutawan Inggris, Richard Branson, dengan perusahaannya, Virgin Galactic, mengungkapkan kehadiran sebuah pesawat futuristik, WhiteKnightTwo, yang akan membawa turis ke tepian cakrawala, sekitar 100 kilometer dari permukaan Bumi.


WhiteKnightTwo akan menjadi kapal induk bagi pesawat luar angkasa SpaceshipTwo, yang akan meluncur hingga ketinggian maksimum 110 kilometer dari permukaan Bumi. SpaceshipTwo akan diluncurkan dari WhiteKnightTwo alias Eve (nama dari ibunda Branson) pada ketinggian 15,5 kilometer dari permukaan Bumi.
      


READ MORE »»  

Mengungsi Ke Mars



Foto: Mineral Hidrat Di Mars


Ke mana kita akan mengungsikan kehidupan (terutama manusia) ini? Pencarian ini antara lain yang kemudian menjadi obyek ketika penjelajahan ruang angkasa menjadi semakin ”menjanjikan” sejak pendaratan Neil Armstrong 10 Juli 1967 di permukaan Bulan.

Penjelajahan terus berlanjut bukan hanya ke Bulan, tetapi merambah planet-planet lain dalam galaksi Bimasakti.

Program observasi National Aeronautics and Space Administration (Badan Aeronautika dan Ruang Angkasa Nasional/NASA) Amerika Serikat Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) telah berakhir dan hasilnya dipaparkan dalam jurnal ilmiah Science, Jumat

Hasil dari misi penjelajahan MRO yang pertama tersebut telah berhasil menemukan bukti- bukti akan adanya mineral-mineral yang penting untuk mendukung kehidupan. Bukan hanya mineral, bahkan jejak-jejak yang membuktikan adanya air di permukaan Mars juga terekam di beberapa lokasi.

Penemuan akan bukti-bukti tersebut mengindikasikan bahwa pernah ada mikroba—sebagai bentuk awal kehidupan—hidup di Mars ketika planet tersebut kondisinya lebih basah (baca: mengandung air) dibandingkan saat ini. Penelitian lebih lanjut akan dilakukan MRO tahap kedua yang akan berlangsung selama dua tahun.

Penemuan yang cukup melegakan ini karena ternyata Mars tidaklah ”seganas” yang pernah dipikirkan semula.

Bukti akan adanya air di Mars diketahui saat ditemukan adanya parit-parit yang terbentuk oleh aliran air, kemungkinan berasal dari danau purba.

Bukti akan adanya air juga muncul ketika ada ditemukan jenis-jenis mineral yang hanya bisa terbentuk jika terjadi interaksi dengan unsur air.

Persoalan yang masih ada dan masih harus terus dicari dan dibuktikan adalah seberapa banyak air yang pernah ada di Mars tersebut, dan seberapa besar dukungannya terhadap kehidupan mikroba atau kehidupan yang primitif (metabolismenya sederhana)? Jawabannya mungkin belum akan ditemukan dalam waktu dekat.

Di sisi lain, bukti-bukti tersebut mengisyaratkan bahwa di Mars pernah ada periode ketika air membentuk tanah liat yang disusul periode kering saat Mars kaya akan unsur garam dan unsur airnya bersifat asam. Kondisi ini amat tidak cocok untuk mendukung kehidupan.

Persoalannya, kondisi di Mars tidaklah serupa antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Oleh karena masih ditemukan sejumlah unsur karbon yang mengindikasikan wilayah itu tidak bersifat asam-unsur asamnya rendah. Karbon amat mudah terurai jika bertemu unsur asam. Unsur karbon juga ditemukan pada batuan meteorit yang berasal dari Mars.

”Kehidupan yang primitif mungkin menyukainya. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, dan tidak terlalu asam. Sebuah tempat yang ’tepat’,” ujarBethany Ehlmann sarjana dari Brown University di Providence.

Unsur karbon yang telah memberikan harapan tersebut ditemukan MRO di daerah yang disebut Nili Fossae, sekitar 667 kilometer panjang dan berada di tepian Isidis-kolam yang telah kering, dan di dekat batuan yang terekspos di tepi lembah kawah. Jejak serupa ditemukan di Terra Tyrrhena dan Libya Montes.

Sejumlah peneliti memiliki teori yang berbeda-beda tentang terbentuknya karbon. Misalnya, ada yang menyebutkan air tanah (Mars) terangkat ke permukaan melewati batuan yang mengandung olivin di permukaan dan terpapar pada hujan atau danau kecil. Teori tersebut mempertebal keyakinan bahwa di Planet Merah itu pernah ada air di permukaannya.

Berkeliling

Perjalanan MRO berkeliling planet telah membawanya menemukan bukti-bukti bahwa sebagian besar wilayah dataran tinggi di bagian selatan planet yang luas itu dialiri air dengan kondisi lingkungan yang bervariasi pada 4,6 miliar-3,8 miliar tahun yang lalu.

Bukti-bukti itu ditunjukkan dengan penemuan batuan filosilikat yang tersebar meluas di belahan selatan planet. Batuan filosilikat ini mengandung unsur besi, magnesium atau aluminium, mica, dan kaolin.

”Dalam filosilikat, atom-atomnya tertata secara berlapis dan semua memiliki unsur air atau kandungan hidrogen dan oksigen yang membentuk suatu struktur kristal,” tutur anggota tim MRO, Scott Murchie, dari John Hopkins University.

Lapisan batuan yang mengandung kristal air tersebut berada di lapisan batuan vulkanik yang belum terlalu tua. Di bagian kawah, misalnya di Valles Marineris, di belahan selatan planet, terpapar lapisan lempung purba dan berbagai mineral lain.

”Ini seperti sebuah perjalanan ke lapisan batuan di dasar Grand Canyon,” ujar Murchie merujuk pada salah satu fenomena geologis yang terbesar.

Variasi tanah lempung dan berbagai mineral yang ditemukan di Mars tersebut mengindikasikan adanya variasi kondisi lingkungan di Mars.

Di belahan utara Mars ditemukan batuan dengan kandungan berbeda, yaitu sulfat yang mengindikasikan lingkungan yang lebih kurang mendukung kehidupan dibandingkan selatan.

Nah, mungkin suatu hari nanti kita bisa mengungsi ke belahan selatan Mars? Atau... maukah kita menyelamatkan kapal kehidupan kita yang bernama Bumi...?


READ MORE »»  

Konspirasi Planet MARS



http://vethrian.com/westpara/mars2.jpg


Penyelidikan yang dilakukan para peneliti muda yang tergabung dalam Jet Propulsion Laboratory (JPL) menunjukkan beberapa indikasi bahwa NASA DENGAN SENGAJA
Seharusnya:
 mengubah warna citra image yang dipublikasikan. Foto yang tadinya terlihat seperti lingkungan planet Bumi (!) diubah menjadi planet merah yang ganas dan berdebu.



NASA membuatnya jadi gini?



Dari konferensi pers tersebut, para peneliti JPL memperlihatkan gambar bahwa lingkungan planet Mars adalah padang pasir berwarna salmon dengan langit biru! Untuk apa NASA mengubahnya menjadi warna merah menyala?
Kemudian menurut JPL, kenapa NASA dengan sengaja memblur(kabur)-kan foto yang tadinya tajam dan jelas demi alasan ilmiah?



Seharusnya:


Berikutnya JPL menambahkan dalam konferensi pers-nya bahwa: “di permukaan tanah, temperatur berkisar antara 5 derajat Celcius hingga -15 derajat Celcius (bisa ditinggali manusia?)”. Namun site NASA berbeda, mereka menyebutnya -70 derajat Celcius hingga -5 derajat Celcius. Siapa yang benar?

Apakah motif NASA melakukan itu ada hubungannya dengan cuplikan foto permukaan Mars yang ini (difoto dari atas)?



Foto tersebut diperoleh di Planet Mars dari ketinggian Spacecraft Altitude 408.92 km: Latitude 37.22°, Longitude 27.80°, Resolution * 4.47 meters/pixel, Phase Angle 42.97°, Incidence Angle 42.87°

Emission Angle 0.17°, North Azimuth 93.70°, Slant Range (km) 408.92.
Terlalu sempurna untuk melihatnya sebagai kebetulan alam biasa, atau bekas tabrakan meteor.
Lihat bentuk “bola”-nya, jika lubang tersebut terbentuk akibat benturan meteorit, masa bisa bulet banget dan menonjol keluar? Kelihatan seperti sebuah “bangunan” atau sengaja dibuat seperti itu oleh sebuah ‘mahluk’? Yang jelas bukan manusia yang buat itu di Mars, kan?


Apakah NASA menyembunyikan sesuatu dari kita…?



Bisa jadi penjelajahan ke Mars adalah HOAX atau bisa jadi Nasa menyembunyikan fakta bahwa Mars adalah salah satu planet yg dapat ditinggali oleh manusia di kemudian hari.

Dari foto2 yg diambil nasa sebelumnya banyak sekali bukti2 yg diungkap oleh beberapa ahli bahwa foto2 diambil dr planet Mars memiliki petunjuk kehidupan baik adanya tumbuhan (walau bentuk berbeda dg di bumi) hingga bahkan adanya peradaban di sana!


Mungkin bangsa Maya yg menghilang tanpa jejak ribuan th yg lalu pergi ke planet ini?? Kita tahu bangsa maya dimungkinkan memiliki teknologi yg sangat tinggi ttg astronomi yg mungkin melebihi teknologi manusia saat ini.

Dengan teknologi yg dimiliki, hampir pasti mereka mengetahui adanya 1 planet yg berotasi memotong rotasi planet2 lainnya dg berbentuk elips yg kita baru planet ini di th 1980 di sebut “Planet X”.



Banyaknya bencana besar yg ditimbulkan akibat gravitasi planet X ini ketika berpapasan dg Bumi mungkin membuat mereka berfikir utk meninggalkan bumi utk mencari tempat yg aman spt ke planet lain (Mars). Ini dapat diketahui dg bagaimana cara mereka membuat sistem penanggalan yg memiliki pembagian “penanggalan jauh” yg membagi hari menjadi beberapa periode.

Dan menurut beberapa peneliti akhir periode penanggalan yg digunakan bangasa Maya bertepatan dg periode rotasi “planet X” ini, dan setiap periode planet X ini berpapasan dg Bumi tercatat bencana2 besar telah terjadi di Bumi.. hingga terjadi keruntuhan2 peradaban2 besar secara bersamaan dibarengi munculnya peradaban baru dg tiba2 pula;


  • Jatuhnya Kerajaan Pertengahan Mesir kuno,
  • terjadi zaman kegelapan Mesopotamia,
  • munculnya kerjaan Hittie tiba2 di Anatolia,
  • runtuhnya Harrapan di India,
  • runtuhnya peradaban Minoan,
  • munculnya tiba2 peradaban Olmec,
  • runtuhnya dinasti Xia di Cina

.. semua terjadi bersamaan pada 1650 SM.

Periode masih terus berjalan, mundur ke masa sebelumnya tercatat:


  • Sekitar 3150 SM - terjadinya air bah (setelah bencana ini sejarah peradaban2 kuno dimulai)
  • Sekitar 5310 SM - Efek pendinginan iklim tiba2 pada periode Holocene
  • Sekitar 8900 SM - Pemanasan global dan pencairan kutub yg cepat dan tiba2 pada masa interglacial period
  • Sekitar 12.600 SM - Pergeseran kutub bumi atau polar shift.. efeknya mengerkan dilihat dari fosil mamoth yg membeku tiba2 dengan makanan masih ada diperut belum terproses yg juga terawetkan

Diperkirakan masa kedatangan lagi planet ini pada tahun 2012 tepat penanggalan Tzolkin berakhir yaitu 21 desember 2012. Planet ini dapat dilihat dengan mata telanjang pada tahun 2010. Beberapa ilmuwan meyakini pemanasaan global saat ini bukan lah diakibatkan oleh pencemaran lingkungan tapi akibat mendekatnya planet ini ke Bumi saat ini.

Jika Anda tahu bahwa Amerika mengerjakan proyek “hitam” yg menghabiskan ratusan milyar untuk membangun sistem perjalanan ruang angkasa.. proyek rahasia ini berhasil diungkap ke publik oleh oleh komisi “the disclosure project“. Dan menutup2i bahwa Mars dapat dihuni oleh manusia saya yakin berkaitan dg kedatangan “Planet X” ini.


      




READ MORE »»  

Ditemukan Planet tempat ALIEN bersarang


Ilmuwan Eropa berhasil menemukan sebuah planet baru yang ditengarai memiliki penghuni. Planet ini bernama CoRoT-Exo-4b.



Planet baru ini berukuran sebesar Jupiter dan beredar di sekitar bintang yang berlokasi dekat dengan matahari. Planet tempat alien bersarang tersebut membutuhkan waktu sekira 9,2 hari untuk mengitari bintang tersebut. Waktu perjalanan yang cukup lama dibanding planet terluar lainnya.

Nama CoRoT-Exo-4b ini diambil dari sebuah teleskop yang berhasil menangkap planet aneh ini. Teleskop luar angkasa bernama CoRoT ini didesain dan dimiliki oleh badan luar angkasa Eropa untuk mencari keberadaan planet-planet terluar.


"Kami belum tahu jika CoRoT-Exo-4b dan bintang yang mengiringinya mampu melakukan rotasi sejajar sejak formasi mereka yang pertama pada satu miliar tahun lalu. Atau mungkin dalam waktu dekat keduanya dapat mensejajarkan diri," ujar peneliti dari Universitas Exeter Suzanne Aigrain, seperti dikutip melalui Space.com, Jumat (25/7/2008).


Para peneliti cukup terkejut dengan temuan ini. Pasalnya planet tersebut tidak memiliki kapasitas massa dan jarak yang cukup untuk mengitari bintang yang berada di dekatnya. Padahal massa dan jarak merupakan hal yang cukup penting untuk bisa menekan gravitasi dan mempengaruhi rotasi yang dilakukan planet tersebut.

READ MORE »»  

Tolong !! Anukku Kejepit Pintu ...

READ MORE »»  

Super Earth



Planet baru mirip Bumi ini sering dipanggil “Super Earth” oleh para Astronom Berita rada basi nih…tapi top! Para Astronom di Garcing, Jerman, tgl 25 April Kemaren mengumumkan kesuksesan mereka menemukan sebuah Planet yang memiliki kemiripan ma Bumi di luar sistem Tata Surya Matahari.



Planet tsb mengorbit pada Bintang yang disebut Gliese 581. Suhu planet ini diperkirakan “friendly” banget sama kita-kita para makluk hidup,yaitu 0 hingga 40 derajat celcius.

Menurut para Astronom,dengan suhu segitu, kemungkinan disana memiliki sumber air di permukaannya,tentunya air dalam bentuk cair,mengingat suhu planet tsb temperaturnya tidak kurang dari titik beku air dan sangat jauh dari titik didih air. Letak-nya sendiri yang terpantau dari Telskop ESO 3,6m di Chilie, berjarak sekitar kurang lebih 20,5 tahun cahaya dari sistem tata surya kita,jauh amat ya…

  • Orbit: 13 hari
  • Suhu: 0 - 40 derajat Celcius
  • Jarak: 20,5 tahun cahaya
  • Gugus bintang: Libra

Ukuran Planet yang belum diberi nama tsb lebih besar 1,5 kali bumi dan diperkirakan permukaannya terdiri dari bebatuan,sama kaya Bumi. Untuk mengetahui ada tanda-tanda kehidupan atau tidak di planet itu,para Ilmuan kini telah menempatkan teleskop khusus untuk memantaunya. Uniknya dari planet baru ini adalah masa orbitnya terhadap bintang Gliese 581,yaitu hanya membutuhkan waktu 13 hari,artinya satu tahun di planet itu sama dengan 13 hari di Bumi!!!cepetnya…




Gliese 581, jauh lebih dingin dan redup dari Matahari

Gliese 581 yang berhasil diidentifikasi oleh fasilitas European Southern Observatory di La Silla, di padang pasir Atacama,mempunyai ukuran lebih kecil dari Matahari,lebih dingin, dan tidak memiliki cahaya sehebat matahari. Paling tidak ada 3 planet loh yang berputar mengelilingi Gliese 581, yang pertama ya planet yang mirip bumi tadi, yang kedua palenet yang besarnnya sekitar 15 kali massa bumi, an yang ketiga lebih besar 8 kali dari bumi dan jararaknya paling jauh dari Gliese 581.


Tentunya dari penemuan ini, para Ilmuan menaruh banyak harapan sama tu planet. Katanya bisa buat tempat tinggal cadangan bagi manusia jika bumi udah mulai ngambek! weqs, tapi masalahnya naik apa kesana? cahaya aja yang cepetnya minta ampun butuhin waktu 20,5 tahun untuk sampai kesana (perhitungannya dari sistem tata surya kita loh)


      



sumber :http://misteridunia.byethost10.com
READ MORE »»  

Lunar Craters

raters:

The following are some of the deepest lunar craters.


Moretus

Moretus is the deepest lunar crater with a depth of 5.0 km. it is located near the south pole of the moon. The crater appears oblong and the floor is flat.




Tycho


Tycho has a depth of 4.8 km. It is surrounded by a distinctive ray system that forms long spokes which can reach as long as 1,500 km. These rays can be observed when this crater is illuminated by earthlight.




Piccolomoni


Piccolomini has a depth of 4.5 km. Piccolomini is formed 3.2 to 3.8 billion years ago. The floor of the crater is smooth with only minor hills.




Albategnius


Having a depth of 4.4 km and a diameter of 129 km Albategnius is an ancient lunar impact crater. The outer wall is hexagonal and eroded with impacts, valleys and land ships.




Largest craters:

The following are some of the largest lunar craters.

Bailly


Bailly is the largest crater on the near side of the Moon with a diameter of 303 km and depth of 4.3 km. This can be visible during full moon days. Bailly has remained free of lava flooding and is covered with a multitude of ridges and craters. This crater is estimated to be more than 3 billion years old.




Schickard

Having a diameter of 227 km Schickard is the second largest crater. It appears oblong due to foreshortening as it lies near the lunar limb. The floor of this crater is partially flooded by lava and the other portion is rough-textured.




Clavius



Clavius is the third largest crater with a diameter of 225 km and depth of 3.5 km. This crater is estimated to be about 4 billion years old. Clavius can be seen as a notch about one or two days after the moon reaches first quarter.




Humboldt


Humboldt is a large lunar crater with a diameter of 207 km. The depth of this crater is unknown. This crater is an irregular circle having a network of clefts forming a pattern of radial spokes and concentric arc on its surface floor.




Maginus


Maginus is a large lunar with a diameter of 194 km and a depth of 4.3 Km. It is located in the southern highlands. The floor of this crater is flat and it has a pair of low central peaks


READ MORE »»